Pekerjaan Tanggul Laut Kalibaru Mencapai 57%

Dipublikasikan: 15/08/2017

Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) bertujuan sebagai upaya perlindungan terhadap ancaman banjir rob yang mening­kat akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut melalui perkuatan dan peninggian tanggul laut dan tanggul muara sungai serta penataan kawasan pesisir pantai utara DKI Jakarta dan sekitarnya. Manfaatnya untuk menahan air laut akibat gelombang pasang air laut atau banjir rob, mengurangi kerugian ekonomi dan kerugian secara sosial akibat banjir rob dan sebagai batas jelas pengembangan daratan di kawasan pesisir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane T. Iskandar menjelaskan, saat ini progres pembangunan Tanggul Laut Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara sudah mencapai 57% dari total panjang 2,2 km.

"Saat ini masih dilakukan proses pemancangan pembetonan dan penimbunan di wilayah timur," tuturnya saat meninjau pekerjaan tanggul laut di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/8/2017).

Pemerintah berencana membuat dermaga-dermaga terapung untuk nelayan Jakarta Utara yang terkena pembangunan tanggul laut. “Akan dibuat dermaga apung yang teknologinya dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR,” ujar T. Iskandar.

Menurut T.Iskandar, pembuatan dermaga terapung ini tentu akan memperhatikan  kelestarian lingkungan. Sedangkan kawasan pantai nantinya juga dibenahi agar tidak kumuh.  

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Heri Suprayogi menyatakan, untuk permulaan akan dibangun satu dermaga apung di tanggul laut Kalibaru. Dermaga ini menjadi percontohan. “Selanjutnya, yang bikin adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, tapi teknologinya masih pakai dari Balitbang PUPR," ujarnya.

Heri Suprayogi mengatakan teknologi itu dipilih karena biayanya lebih murah dibanding dermaga yang menggunakan teknologi konvensional, sebab dermaga terapung tidak perlu membangun pondasi. "Dan lebih aman karena sifatnya bisa naik turun mengikuti permukaan air laut," ujarnya.

Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai DKI Jakarta Tahap 2 Paket 1 yang berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2.300 meter, yang sebelumnya tanggul sudah dikerjakan sepanjang 75 meter pada tahun 2014. Pekerjaan Paket 1 dikerjakan Kontraktor PT. Waskita Karya dan PT Adhi Karya KSO, Konsultan Supervisi PT Innako Konsultindo dan PT Yodya Karya KSO. Untuk Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2.200 meter, dikerjakan Kontraktor PT. Wijaya Karya dan PT. Sac Nusantara KSO, sedangkan Konsultan Supervisi PT Innako Konsultindo dan PT Yodya Karya KSO. Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai DKI Jakarta Tahap 2 Paket 1 dan Paket 2 dimulai pada tahun 2015 sampai dengan 2018 (Multiyears).

Humas BBWS Ciliwung Cisadane