Penataan Bataran Ciliwung

Dipublikasikan: 11/07/2017

Penataan bantaran Ciliwung untuk pencegahan banjir di Jakarta diharapkan program penataan yang dilakukan pemerintah tetap berlanjut hingga selesai. Bantaran Ciliwung yang sudah diokupasi menjadi pemukiman padat merupakan penghambat utama. Penataan Kali Ciliwung di Bukit Duri diperkirakan menjadi lokasi pembebasan lahan yang sulit. Penataan Kali Ciliwung dari Jembatan Tongtek hingga Pintu Air Manggarai yang jaraknya sekitar 2,6 km. Dari panjang ini, baru sekitar 700 meter yang bisa dibebaskan, sisanya, 1,9 km, masih padat pemukiman.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) T Iskandar mengatakan, penataan bantaran Ciliwung dari Jembatan Tongtek hingga Perumahan Garuda di Bukit Duri, Jakarta Selatan, akan menambah 700 meter bantaran kali yang sudah ditata. Ruas ini membuat panjang total bantaran Ciliwung yang sudah ditata menjadi 9 km dari panjang total 19 km. Sebelum di ruas ini, penataan bantaran Ciliwung dilakukan diantaranya di Bukit Duri, Kampung Pulo, dan Gang Arus di Jakarta Timur, salah satu kendala terbesar pembebasan lahan.

Normalisasi Kali Ciliwung dimulai pada tahun 2013, penyelesaian pekerjaan penataan Ciliwung ditargetkan selesai pada 2016 dengan anggaran tahun jamak dengan dananya 1,18 triliun yang hingga sekarang terserap sekitar 62 persen. “Namun terkendala karena pembebasan lahan. Pekerjaan diperpanjang hingga Desember 2017,” tutur T Iskandar.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, melaksanakan penataan bangunan di bantaran Ciliwung RT 01,02,03 dan 04/ RW 12, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Timur sepanjang 700 meter dari Jembatan Tongtek hingga kawasan Perumahan Garuda, Jakarta Selatan, Selasa,(11/07).

Normalisasi Kali Ciliwung merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane menargetkan pembangunan Jalan inspeksi bantaran Ciliwung dan pemasangan sheet pile (turap baja) sepanjang 700 meter dari Jembatan Tongtek hingga Perumahan Garuda, Bukit Duri, Jakarta Selatan, dengan lama pengerjaan sekitar empat bulan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Tri Kuntardi mengatakan, sebelum melakukan penataan, pihaknya telak melakukan beberapa tahapan dari pemetaan bidang, melakukan sosialisasi kepada warga yang terkena normalisasi sungai Ciliwung, hingga pemberian Surat Peringatan 1,2 dan 3.

“Kita telah melakukan sosialisasi sebanyak tiga kali, yakni tangga 13 Maret 2017, 16 Maret 2017, dan tanggal 12 Mei 2017. Sementara untuk Surat Peringatan (SP), yakni tanggal 13 Juni 2017 Surat Peringatan Kesatu, 20 Juni 2017 Surat Peringtan Kedua, dan 5 Juli Surat Peringatan Ketiga,” tuturnya.

Sebanyak 355 bidang tanah yang terkena normalisasi Sungai Ciliwung. Dari 355 bidang tanah, warga yang menempati 331 bidang tanah telah direlokasi ke empat rusun di daerah Jakarta Timur dengan perincian Rusun Rawa Bebek sebanyak 215 bidang, Rusun Pulo Gebang sebanyak 20 bidang, Rusun Komarudin 11 bidang, dan Rusun Bekasi KM 2 sebanyak 85 bidang, Lima bidang berupa tiga mushola, 2 bidang toilet umum, dan 17 bidang tidak mengambil rumah susun lantaran telah memiliki rumah sendiri. Sementara dua bidang memliki sertifikat tetapi hanya satu bidang yang dilakukan penelitian berkas, sedangkan satu bidang yang lain tidak terkena normalisasi.

Humas BBWS Ciliwung Cisadane