Tanggul Laut di Jakarta Tahap 2 Paket 1 dan 2 di Jakarta Utara

Dipublikasikan: 06/09/2017

 

Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta dilakukan karena saat ini DKI Jakarta terancam banjir akibat pasang surut air laut (rob) dan luapan air sungai terutama di wilayah DKI Jakarta bagian utara. Kondisi ancaman tersebut diperparah dengan dengan kondisi penurunan muka tanah atau Land Subsidence yang mengakibatkan peningkatan resiko banjir secara signifikan untuk Kota Jakarta. Penurunan muka tanah berkisar rata-rata 7,5 cm per tahun dan kondisi saat ini Wilayah Jakarta bagian utara sudah berada pada 2 meter sampai 3 meter dibawah permukaan laut. Berdasarkan data survey lapangan pada tahun 2013 yang dijabarkan pada Master Plan National Capital Integrated Coastal Development, lebih dari 40 % pengaman pantai tidak mampu menahan muka air laut tertinggi. Oleh karena itu upaya perlindungan pengamanan pantai sangat mendesak untuk segera dilaksanakan sebagai bentuk penyediaan public safety oleh Pemerintah terhadap banjir beserta dampak negatif terhadap kegiatan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane melakukan Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta dengan maksud dan tujuan sebagai upaya perlindungan terhadap ancaman banjir rob yang mening­kat, akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut melalui perkuatan dan peninggian tanggul laut dan tanggul muara sungai serta penataan kawasan pesisir pantai utara DKI Jakarta dan sekitarnya. Manfaatnya untuk menahan air laut akibat gelombang pasang air laut atau banjir rob, mengurangi kerugian ekonomi dan kerugian secara sosial akibat banjir rob dan sebagai batas jelas pengembangan daratan di kawasan pesisir. Pelaksanaan pekerjaan “Pembangunan Pengaman Pantai di Jakarta” merupakan rangkaian kegiatan dari program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau dikenal juga sebagai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang menjadi kegiatan proyek strategis nasional, pengertiannya dalam pelaksanaan, fungsinya dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

Kepala BBWSCC T. Iskandar mengatakan pembangunan tanggul tahap dua itu terdiri atas dua paket, yakni paket satu berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,3 Km dan paket dua di Kelurahan Kali Baru, Cilincing, dengan panjang tanggul 2,2 Km.

"Tanggul laut di Muara Baru progresnya sudah 59 persen dari total panjang 2.300 meter, sedangkan tanggul laut Kalibaru sepanjang 2.200 meter, baru kita selesaikan kurang lebih 57 persen," kata Iskandar dalam kegiatan Prss Tour BBWS Ciliwung cisadane di lokasi Tanggul laut Kali Baru, Cilincing Jakarta Utara, (5/9).

Ia menjelaskan pembangunan tanggul tahap II sepanjang 4,5 kilometer tersebut menjadi bagian dari program jangka pendek Pembangunan Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Menurutnya, pengamanan pantai dengan tanggul laut selain untuk mengendalikan penurunan permukaan tanah, juga mengendalikan banjir rob yang terjadi pada musim tertentu di bagian utara Jakarta.

"Penurunan permukaan tanah itu sekitar 7,5 cm sampai 12 cm per tahun. Kita bisa bayangkan kalau 15 tahun ke depan bisa 1,125 meter dan 30 tahun ke depan sudah turun 2,5 meter," ungkapnya.

Seperti diketahui tanggul laut yang ditargetkan selesai pengerjaannya pada Juni 2018 ini selanjutnya akan terintegrasi dengan 15 sungai yang melintasi pesisir utara Jakarta.

Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta Tahap 2 Paket 1 yang berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2300 meter, yang sebelumnya tanggul sudah dikerjakan sepanjang 75 meter pada tahun 2014. Kontraktor PT. Waskita Karya dengan PT Adhi Karya KSO dan Konsultan Supervisi PT Yodya Karya dengan PT Innako Internasional Konsulindo KSO. Progres Paket 1 sampai dengan bulan Agustus 2017 sudah mencapai 59,68 persen dengan tanggul yang sudah dikerjakan mencapai 1.384 meter.

Pekerjaan Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2200 meter, Kontraktor PT. Wijaya Karya dengan PT. Sac Nusantara KSO dan Konsultan Supervisi PT Yodya Karya dengan PT Innako International Konsulindo KSO. Progres Paket 2 sampai dengan bulan Agustus 2017 sudah mencapai 57,89 persen dengan tanggul yang sudah dikerjakan mencapai 1.436 meter.

MAKSUD DAN TUJUAN PEMBANGUNAN PENGAMAN PANTAI DI JAKARTA

Upaya perlindungan terhadap ancaman banjir rob yang meningkat akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut melalui perkuatan dan peninggian tanggul laut dan tanggul muara sungai serta penataan kawasan pesisir utara Jakarta dan sekitarnya.

MANFAAT PEMBANGUNAN PENGAMAN PANTAI DI JAKARTA   

  1. Menahan gelombang pasang air laut atau banjir rob;
  2. Mengurangi kerugian ekonomi akibat banjir rob;
  3. Sebagai batas jelas pengembangan daratan di kawasan pesisir.

Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai DKI Jakarta Tahap 2 Paket 1 dan Paket 2 dimulai bulan November 2015 sampai dengan April 2018 dengan total biaya menggunakan APBN dengan Multiyears Contract.

Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta Tahap 2 menggunakan spun pile (bulat) berdiameter 1,2 meter panjang 24 meter yang akan di pancang menggunakan metode inner boring dengan trace kearah laut ± 10 meter s/d 20 meter dari garis pantai, nantinya di atas tanggul akan dibuat untuk pejalan kaki, jalur sepeda, jalan inspeksi dan dermaga untuk parkir nelayan serta penataan lingkungan diwilayah sekitarnya.

Selasa, 5/09/2017

Humas BBWS Ciliwung Cisadane