Program Pengelolaan dan Penyediaan Air Baku

KARAKTERISTIK AIR BAKU BBWS CILIWUNG CISADANE

A. PENDAHULUAN

Dewasa ini kebutuhan air bersih semakin meningkat, hal tersebut disebabkan oleh pesatnya pertambahan jumlah penduduk juga bertambahnya sektor-sektor yang harus dilayani (Industri, Pariwisata, dll). Di sisi lain ketersediaan air bersih cenderung terbatas potensinya dikarenakan menurunnya kondisi dan daya dukung lingkungan sehingga memungkinkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air bersih. Di kota-kota besar di daerah hilir seperti Jakarta dan sekitarnya, kebutuhan air bersih disediakan dengan cara memproses (treatment) air sungai menjadi air bersih sesuai kebutuhan. Tetapi di daerah hulu kebutuhan air bersih disediakan dari mata air dengan biaya proses pengolahan lebih murah.

Namun demikian pola pemakaian dan penggunaan air bersih untuk kebutuhan air baku di wilayah hulu belum teridentifikasi dengan baik, hal ini terkait dengan kesetimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air bersih. Pengetahuan polapemakaian dan penggunaaan air bersih ini akan membantu pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pengelolaan sumber air di daerah BBWS Ciliwung Cisadane, terutama dalam hal pengaturan eksploitasi sumber air yang sekarang dilaksanakan oleh pihak-pihak swasta guna mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan.

Guna mencapai target Millenium Development Goals (MDG's) tahun 2015, yaitu menurunkan separuh proporsi penduduk yang belum pernah mendapat pelayanan air minum secara formal, maka dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no 23 tahun 2008 diputuskanlah Penataan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang memutuskan bahwa Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane menjadi Balai Besar dengan tipe B dan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum no 29/KPTS/M/2010 diputuskan bahwa pada Pelaksana Pengelolaan SDA Ciliwung – Cisadane dibentuk PPK Pengembangan Air Baku untuk menangani masalah air baku, yang pertama – tama dikepalai oleh Bapak Pujiono, ST, dan pada tahun 2011 digantikan oleh Bapak Djoko Prajitno, ST, MM sampai sekarang.

B. LINGKUP PEKERJAAN

Secara umum lingkup pekerjaan dari BBWS Ciliwung Cisadane adalah pada DAS Ciliwung dan DAS Cisadane yang terletak dalam area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dengan mitra kerja antara lain:

  1. PT PAM Jaya DKI untuk area DKI Jakarta
  1. Tirta Kahuripan untuk area Kabupaten Bogor
  2. Tirta Pakuan untuk area Kota Bogor
  3. Tirta Patriot untuk area Kota Bekasi
  4. Tirta Benteng untuk area Kota Tangerang
  5. Tirta Kerta Raharja untuk area Kabupaten Tangerang
  6. Tirta Asasta untuk area Kota Depok
  7. Tirta Bhagasasi untuk area Kabupaten Bekasi
  8. Untuk daerah pedesaaan dengan elemen masyarakat sekitar area pekerjaan

Untuk tahun 2013 PPK Penyediaan Air Baku SNVT PJPA BBWS Ciliwung Cisadane mengerjakan empat paket pekerjaan konstruksi yaitu:

  1. Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi SPAM Katulampa dengan kapasitas debit air baku sebesar 600 lt/dt bekerja sama dengan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  2. Pembangunan Penyediaan Air Baku di Kabupaten Bogor dengan kapasitas debit air baku sebesar 55 lt/dt (Air Baku Pedesaan)
  3. Pembangunan Penyediaan Air Baku Pedesaan di DAS Cisadane Kecamatan Ciawi Desa Cibedug Kabupaten Bogor dengan kapasitas debit air baku sebesar 20 lt/dt
  4. Pembangunan Penyediaan Air Baku Pedesaan di DAS Cimanceuri Kecamatan Ciawi Desa Cigudeg Kabupaten Bogor dengan kapasitas debit air baku sebesar 35 lt/dt