Sejarah

Gambaran Umum

Dalam Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air pasal 19 ayat 2, disebutkan bahwa Unit Pelaksana Teknis yang membidangi sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi, yang dalam hal ini adalah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane bertugas untuk membantu wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai litas provinsi dalam penyusunan rancangan pola pengelolaan sumber daya air.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane termasuk salah satu Balai Besar Wilayah Sungai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Tipe B, dengan wilayah kerja meliputi Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane. Secara geografis Wilayah Sungai berada di antara 5o 54' 40“ – 6o 46' 2,16“ LS dan 106o 57' 40“ – 107o 00' 21,91“ BT.

Secara administratif Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane meliputi 3 (tiga) provinsi yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, dan 10 (sepuluh) Kota dan 4 (empat) Kabupaten seperti yang terlampir di tabel 1.1, dengan batas-batas sebelah Barat Sungai Cimanceuri di Kabupaten Tangerang, sebelah Selatan Puncak Kabupaten Cianjur dan sebelah Timur Sungai Cilemah Abang Kabupaten Bekasi.

Wilayah Kerja BBWS Ciliwung Cisadane meliputi

15 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalir dari hulu dan bermuara di Pantai Utara Pulau Jawa yaitu DAS Cimanceuri, DAS Ciranggon, DAS Cileleus, DAS Cimauk, DAS Cirarab, DAS Ciasin, DAS Cisadane, DAS Cikapadilan, DAS Angke, DAS Krukut, DAS Ciliwung, DAS Sunter, DAS Cakung, DAS Blencong, DAS Bekasi.